Penyakit Akibat Kerja merupakan
penyakit yang penyebabnya adalah karena pekerjaan, alat dan bahan yang
digunakan dalam bekerja, proses pekerjaan dan juga lingkungan kerja. Dari sini
dapat dipahami bahwa Penyakit Akibat Kerja adalah suatu penyakit yang
artifisial atau man made disease.
Untuk Penyakit Akibat Kerja, WHO memberikan empat kategori sebagai berikut:
- Penyakit dengan pekerjaan
merupakan salah satu penyebab di antara faktor-faktor penyebab lainnya,
contohnya Bronkhitis khronis.
- Penyakit yang hanya disebabkan
oleh pekerjaan, contohnya Pneumoconiosis.
- Penyakit dimana pekerjaan
memperberat suatu kondisi yang sudah ada sebelumnya, contohnya asma.
- Penyakit yang salah satu
penyebabnya adalah pekerjaan, contohnya Karsinoma Bronkhogenik
PENYAKIT
AKIBAT KERJA
----------------------------------------------------------------
- Pnemokoniosis yang disebabkan
debu mineral pembentuk jaringan parut (silicosis, antrakosilikosis,
asbestosis) dan silikotuberkolosis yang silikosisnya merupakan faktor
utama penyebab cacat atau kematian.
- Penyakit paru dan saluran
pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu logam keras.
- Penyakit paru dan saluran
pernapasan (bronkhopulmoner) yang disebabkan oleh debu kapas, vlas, henep
dan sisal (bissinosis).
- Asma akibat kerja yang
disebabkan oleh penyebab sensitisasi dan zat perangsang yang dikenal yang
berada dalam proses pekerjaan.
- Alveolitis allergika yang
disebabkan oleh faktor dari luar sebagai akibat penghirupan debu organik.
- Penyakit yang disebabkan oleh
berilium atau persenyawaannya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh
kadmium atau persenyawaannya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan fosfor
atau persenyawaannya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh
krom atau persenyawaannya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh
mangan atau persenyawaan-nya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh arsen
atau persenyawaan-nya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh
raksa atau persenyawaan-nya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh
timbal atau persenyawaan-nya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh
fluor atau persenyawaan-nya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh
karbon disulfida. beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh
derivat halogen dari persenyawaan hidrokarbon alifatik atau aromatik yang
beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh
benzena atau homolognya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh
derivat nitro dan amina dari benzena atau homolognya yang beracun.
- Penyakit yang disebabkan oleh
nitrogliserin atau ester asam nitrat lainnya.
- Penyakit yang disebabkan oleh
alkohol, glikol atau keton.
- Penyakit yang disebabkan oleh
gas atau uap penyebab asfiksia atau keracunan seperti karbon monoksida,
hidrogensianida, hidrogen sulfida, atau derivatnya yang beracun, amoniak
seng, braso dan nikel.
- Kelainan pendengaran yang
disebabkan oleh kebisingan.
- Penyakit yang disebabkan oleh
getaran mekanik (kelainan-kelainan otot, urat, tulang persendian, pembuluh
darah tepi atau syaraf tepi.
- Penyakit yang disebabkan oleh
pekerjaan dalam udara yang berkenaan lebih.
- Penyakit yang disebabkan oleh
radiasi elektro magnetik dan radiasi yang mengion.
- Penyakit kulit (dermatosis)
yang disebabkan oleh penyebab fisik, kimiawi atau biologik.
- Kanker kulit epitelioma primer
yang disebabkan oleh ter, pic, bitumen, minyak mineral, antrasena atau
persenyawaan, produk atau residu dari zat tersebut.
- Kanker paru atau mesotelioma
yang disebabkan oleh asbes.
- Penyakit infeksi yang
disebabkan oleh virus, bakteri atau parasit yang didapat dalam suatu
pekerjaan yang memiliki risiko kontaminasi khusus.
- Penyakit yang disebabkan oleh
suhu tinggi atau rendah atau radiasi atau kelembaban udara tinggi.
- Penyakit yang disebabkan bahan
kimia lainnya termasuk bahan obat.